Connect with us

Wordpress

Apa itu Domain dan kenapa begitu penting?

Andi Saefulrohman

Published

on

apa itu domain

Shakespeare pernah mengungkapkan “apalah arti sebuah nama, mawar pun di ganti namanya akan tetap harum”. Saya setuju dengan pendapat tersebut, namun dalam urusan domain, saya beda lagi, karena kenapa? Jika anda salah memilih nama domain, itu bisa jadi sangat fatal.

Apa itu domain?

Saat kamu mengetikan di google chrome, www.facebook.com misalnya, maka kata “facebook” disana adalah domainnya, untuk lebih jelas kamu bisa tengok gambar di bawah ini :

apa itu domain

Jadi secara garis besar, domain bisa diartikan sebagai nama unik yang berguna untuk mengidentifikasi server di sebuah jaringan internet/komputer. Jika dianalogikan dalam kehidupan sehari-hari, domain ibarat sebuah alamat rumah sementara website merupakan bangunan atau rumah yang berdiri di atasnya.

Dalam membuat sebuah website, fungsi domain sangatlah penting dan krusial karena dapat memudahkan pengunjung untuk mengakses website yang sudah anda buat. Tanpa domain, sebuah website sebenarnya bisa saja diakses tapi kamu harus mengetahui alamat IP yang terdiri dari rangkaian beberapa digit angka yang dipisahkan dengan tanda titik.

Sejarah Domain

sejarah domain

Pada awal-awal ketika internet mulai dibuat, orang-orang tidak mengetikan alamat domain, tapi mengetikan alamat IP dari situs web tertentu, biasanya berisi serangkaian angka seperti 192.168.0.1

Lalu internet pun tumbuh menjadi semakin besar, dan semakin banyak website – website bermunculan, dan tentu saja ini menjadi masalah ketika banyaknya situs website dan pengguna harus menghafal kode digit IP.

Akhirnya muncullah metode baru untuk mengakses situs-situs tersebut, yaitu dengan mengganti angka-angka yang ribet tersebut dengan sejumlah kata yang jauh lebih mudah di ingat, dan akhirnya terciptalah : nama domain.

Nama domain ini pada hakikatnya, hanya menyamarkan alamat IP yang ada. Jika di analogikan, domain adalah alamat rumah, maka IP adalah koordinat GPS-nya. Alamat IP juga masih di akses, jika anda masih mau cara ribet.
Namun tentu saja, alamat domain lebih efektif daripada IP adress.

Nama domain yang kuat dan mudah diingat, adalah salah satu faktor yang membuat pengguna bisa menemukan situs anda, atau tak sengaja untuk mampir ke website anda dan membeli barang di sana. (Tentu saja, domain yang bagus tanpa konten yang kuat adalah usaha yang sia-sia)

Jenis-Jenis Domain

nama-nama domain

Hingga sampai saat ini setidaknya ada 500 lebih ekstensi nama domain yang tersedia untuk publik ataupun private khusus untuk instansi. Penasaran dengan jenis-jenis domain dan penggunaannya? Berikut adalah penjelasan selengkapnya.

1. Top Level Domain (TLD)
Top Level Domain atau biasa disebut sebagai TLD merupakan tipe domain yang paling sering digunakan secara publik, baik untuk keperluan perusahaan maupun perorangan. Pasalnya, tipe domain ini sangat populer dan mudah dihafalkan oleh konsumen. Jika anda ingin membuat branding untuk toko online, saya sarankan untuk memakai domain ini. Adapun contoh TLD meliputi .COM, .NET, .ORG, dan .Info.

2. Generic Top Level Domain
Generic Top Level Domain atau gTLD awalnya merupakan domain khusus yang ditujukan untuk instasi, misalnya seperti .EDU untuk keperluan website yang membahas seputar ranah pendidikan atau .MIL yang ditujukan untuk website militer atau SCH yang dipergunakan untuk sekolah umum. Jika anda berkerja di sebuah instansi dan ingin membuat sebuah website maka untuk instansi tersebut, maka gTLD ini sangat tepat untuk anda

3. Country Code Top Level Domain (ccTLD)
Tipe domain yang satu ini juga tidak kalah populer dibandingkan dengan Top Level Domain. Sesuai namanya, jenis domain yang termasuk kedalam keluarga ccTLD sendiri merupakan domain yang menggunakan kode negara sebagai identitas utama, misalnya seperti .ID untuk negara Indonesia, .UK untuk negara United Kingdom, .US untuk negara Amerika Serikat, dan .JP untuk negara Jepang. Tentu saja, layanan domain di indonesia, menyediakan domain .id untuk anda, namun jika anda mentarget pasar luar dan ingin membeli domain dengan negara yang lain, anda bisa menggunakan layanan domain internasional seperti namecheap.com

4. Second Level Domain (SLD)
Second Level Domain (SLD) merupakan turunan dari TLD yang bertujuan untuk digunakan lebih spesifik lagi. Contoh dari Second Level Domain (SLD) adalah CO.ID, AC.ID, atau .BIZ.ID dimana masing-masing ditujukan untuk pengguna dari kalangan corporate, universitas, serta dari komunitas bisnis di Indonesia.

5. Subdomain

sub domain
Subdomain merupakan tipe domain turunan yang biasanya digunakan oleh situs-situs besar untuk memudahkan pengunjung mengakses konten tertentu yang lebih spesifik. Subdomain biasanya terletak diawal domain utama dengan dipisahkan tanda dot (.) Jadi, pola penggunaannya bisa sangat fleksibel sesuai selera maupun kebutuhan pemilik website.

Lalu bagaimana cara mendapatkan domain?

Mendapatkan domain sangatlah mudah, dan fakta menunjukan bahwa sudah hampir 332,4 juta domain yang terdaftar. Dan yang paling mengejutkan adalah sepertiga dari domain.com tidak digunakan.

Kenapa kok tidak digunakan? Seperti yang sudah dijelaskan di awal bahwasanya, nama sebuah domain sangatlah penting, oleh karena itu, biasanya sebuah perusahaan besar akan membeli semua domain beserta turunannya agar dapat mencegah kompetitor lainnya.
Misal : Saya berjualan sebuah produk namanya adalah sambelkriuk. lalu saya pun membeli domain yaitu :
sambelkriuk.com
belisambelkriuk.com
sambelkriuk.id
sambelkriuk.net
Cara ini juga dilakukan oleh perusahaan terkenal seperti facebook, ketika anda mengetikan, www.fb.com maka anda akan diarahkan ke facebook aslinya. Inilah kenapa ketika black friday kemarin, banyak orang-orang membeli banyak domain, padahal sebenarnya tidak dipakai atau hanya untuk mengamankan slot saja

Ada dua cara untuk mendapatkan domain, yang pertama cara gratis dan yang kedua adalah berbayar.

Cara gratis anda bisa menggunakan layanan blogger, wordpress, atau dari layanan free domain. Sedangkan cara berbayar, anda harus menyewa domain (dibayar per-tahun) di layanan penyedia domain. Dan tentu saja ada banyak perbedaan antara yang gratis dan berbayar.

Referensi tambahan : qwords.com

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *